SEBUAH Sensor Kamera Termal (juga disebut an sensor inframerah atau sensor IR) adalah komponen inti dari perangkat pencitraan termal yang mendeteksi radiasi inframerah (panas) dipancarkan oleh objek dan mengubahnya menjadi sinyal elektronik. Sinyal ini kemudian diproses untuk membuat representasi visual dari perbedaan suhu, dikenal sebagai termogram. Tidak seperti kamera cahaya yang terlihat, sensor termal “Lihat” Panaskan daripada cahaya, memungkinkan mereka beroperasi dalam kegelapan total, melalui asap, kabut, atau pengaburan lainnya.
Cara kerjanya
- Deteksi Inframerah:
- Semua objek di atas nol absolut (-273° C) memancarkan radiasi inframerah.
- Sensor mendeteksi panjang gelombang di inframerah gelombang panjang (Lwir) spektrum (8–14 μm), yang sesuai dengan panas yang dipancarkan oleh sebagian besar objek sehari -hari.
- Konversi panas-ke-sinyal:
- Piksel sensor menyerap radiasi inframerah, menyebabkan perubahan suhu.
- Perubahan ini dikonversi menjadi sinyal listrik (tegangan atau resistensi).
- Pemrosesan gambar:
- Sinyal diterjemahkan ke dalam gambar termal, dengan warna atau skala abu -abu yang mewakili variasi suhu (misalnya, merah = panas, biru = dingin).
Jenis kunci sensor termal
| Mengetik | Cara kerjanya | Aplikasi |
|---|---|---|
| Mikrobolometer | Menggunakan resistor kecil yang peka terhadap panas (piksel) itu mengubah resistensi dengan suhu. Umum dalam sistem yang tidak didinginkan. | Drone, keamanan, Inspeksi Industri. |
| Detektor foton | Menggunakan bahan semikonduktor (misalnya, Khususnya, Hgcdte) yang menghasilkan elektron saat terpapar IR. Membutuhkan pendinginan (cryogenic atau stirling cooler). | Militer, riset ilmiah, astronomi. |
| Piroelektrik | Mendeteksi perubahan suhu yang cepat (misalnya, penginderaan gerak). Bukan untuk pencitraan statis. | Detektor Gerakan, alarm penyusup. |
Spesifikasi utama
- Resolusi:
- Hitungan piksel (misalnya, 160× 120, 320× 240, 640× 512). Resolusi lebih tinggi = detail yang lebih halus.
- Sensitivitas termal (NETD):
- Perbedaan suhu yang setara kebisingan: Nilai yang lebih rendah (<50 mk) berarti kemampuan yang lebih baik untuk mendeteksi perbedaan suhu yang kecil.
- Rentang spektral:
- Lwir (8–14 μm) Untuk sebagian besar penggunaan konsumen/industri; Mwir (3–5 μm) untuk deteksi suhu tinggi atau gas.
- Frame rate:
- Kecepatan penangkapan gambar (misalnya, 9 HZ untuk model dasar, 60 HZ untuk aplikasi berkecepatan tinggi).
- Rentang temperatur:
- Dari -40 ° C hingga +2000 ° C + (tergantung pada jenis sensor).
Sensor contoh
- Flir Boson (Mikrobolometer):
- 640× 512 Resolusi, NETD <50 mk, digunakan dalam drone dan kamera termal genggam.
- Teledyne Flir Tau 2 (Mikrobolometer):
- 640× 512 Resolusi, kasar untuk penggunaan militer/industri.
- Mencari compactpro termal (Mikrobolometer):
- 320× 240 resolusi, kompatibel dengan smartphone.
- Sofradir kuantum fotodetektor inframerah sumur (Qwip):
- Sensor MWIR kelas atas untuk Deteksi Gas dan Aerospace.
Aplikasi
- Pemadam kebakaran: Mendeteksi hotspot melalui asap.
- Pencitraan medis: Layar untuk demam atau peradangan.
- Inspeksi Bangunan: Temukan kebocoran isolasi atau kesalahan listrik.
- Pemantauan Satwa Liar: Melacak hewan di malam hari.
- Otomotif: Sistem penglihatan malam untuk mobil.
- Industri: Pantau mesin untuk overheating.
Batasan
- Biaya: Sensor resolusi tinggi (misalnya, 640× 512) mahal.
- Gangguan lingkungan: Hujan, debu, atau permukaan reflektif (misalnya, kaca) dapat mengubah bacaan.
- Tidak ada detail yang terlihat: Gambar termal tidak memiliki tekstur/warna yang terlihat di foto cahaya yang terlihat.
Radiometrik vs.. Sensor non-radiometrik
- Radiometrik: Berikan data suhu untuk setiap piksel (digunakan dalam inspeksi dan analitik).
- Non-radiometrik: Tunjukkan gradien panas tetapi tidak ada nilai suhu yang tepat (digunakan dalam pengawasan dasar).
Dingin vs.. Sensor yang tidak didinginkan
| ciri | Sensor yang didinginkan | Sensor yang tidak didinginkan |
|---|---|---|
| Metode pendinginan | Cryogenic atau stirling cooler (ke ~ -200 ° C.). | Tidak ada pendinginan (beroperasi pada suhu ambient). |
| Kepekaan | Sangat tinggi (Deteksi <10 Perbedaan MK). | Sedang (50–100 mk). |
| Biaya | Sangat tinggi ($10,000+). | Terjangkau (500-5,000). |
| Menggunakan kasus | Militer, Deteksi gas, riset ilmiah. | Drone konsumen, keamanan, Inspeksi HVAC. |
Ilmu Material
- Bahan lensa: Germanium (mentransmisikan cahaya IR) atau kaca chalcogenide.
- Array piksel: Vanadium oksida (Suara) atau silikon amorf (A -I) untuk mikrobolometer.
Tren masa depan
- Miniaturisasi: Sensor yang lebih kecil untuk smartphone dan barang yang dapat dikenakan.
- Integrasi AI: Analisis On-Sensor untuk Deteksi Anomali Otomatis.
- Sensor multi-spektral: Gabungkan termal, visual, dan data LIDAR.
Pendeknya, Sebuah Sensor Kamera Termal adalah “mata” yang melihat panas, memungkinkan mesin untuk memahami dunia di luar cahaya yang terlihat. Kemampuannya dibentuk oleh resolusi, kepekaan, dan persyaratan pendinginan, menjadikannya alat penting di bidang dari tanggap darurat hingga efisiensi energi.
kamera FPV
Kamera pencitraan termal analog untuk kamera penglihatan malam inframerah drone quadcopter fpv
